'Flashback' Agustus-September



image : csienterprise.wordpress.com


Dua Puluh Satu


mungkin baiknya nisanku ditulis
saat usai ulang tahun kesembilanbelas
agar aku tak pernah tau,
pedih peri kerasnya dunia

atau mungkin... 
    baiknya ku tetap jadi kanak
    dalam asuhan bunda
agar tiada pernah tau
beban derita orang dewasa

kini dapat kumaklumi, 
nikmatnya nikotin, alkohol, dan merahnya gincu liar 
jahatnya kebohongan, muslihat, sapa kepalsuan,
segala guruh gemuruh rimba dunia

dua puluh satu kali hujan di awal januari
    sudah cukup
tuk hanyutkan idealisme,
hingga mengendap di relung
    yang gelap dingin

(Agustus 2012)




Pintu Kelas VI


dentang lonceng bersahut derap sepatu,
kunikmati musik latar hingar-bingar santri
saatnya rapikan kemeja,
lewati ruang guru,
lalui pintu VIA
sambut wajah-wajah cerah haus ilmu

dentang lonceng bersahut derap sepatu,
hadir kembali dalam komposisi
waktunya angkat buku,
tapaki pelataran,
lalui pintu VI B
melepas wajah lelah, usai menggali ilmu

jendela-jendela kelas,
juga deretan bangku-meja
turut berkisah
tentang kebersamaan singkat
untuk terakhir kali kucicipi meja guru di Wiralaga
VI A, VI B
juga VII A, VIII A..
raut seri riang kalian,
di hati 'kan abadi

(Agustus 2011)




Sungai


adakah yang lebih akrab
dari aliran sungai belakang rumah
ia anugerah murni
yang menyapa desa di pagi dan sore

gemericiknya membasuh kala subuh
alirannya pantulkan mega saat senja
tenangnya selimuti malam dalam temaram

adakah yang lebih ramah
dari aliran sungai belakang rumah
pagi ini pun
ia memandu langkahku di hari cerah

(September 2011)




Tim

(kepada rekan-rekan yang pernah berjuang,
sebagai laskar unila di wiralaga..)

Am
mata kucing..
hidung kucing..
gerik yang memanja,
buat semua memaklumi
layaknya si manis rumahan..

Am
aura inisiatif yang memberi,
derai kata yang tak kosong
ajari semua tentang,
 tegasnya keputusan pada lugasnya bahasa

Da
layaknya putri ikan bertatap teduh
di sungai dalam yang tak mampu kuselami
arus semangat yang kadang riak
lain waktu setenang embun

Gp
"kak tolong ingatkan kami"..
di hadapnya..
jelas kulihat,
 betapa 'kanak'-nya diriku ini
tapi..
"air"..
seolah kembalikan masa kecilnya

Hg
bersamanya,
seperti di ladang tembakau
hirup udara bebas ala reage
gambaran hitam-putih dunia
urakan yang masih rapih..

Hm
aku pun kadang tak tau..
mungkin seperti..
komposisi minor canggung
'intro-verse' penurut
mungkin juga nada 'kres' yang fals

Iwr
aroma naluri keibuan,
dari kuntum bunga yang riang
dan mungkin,
 angin sedikit mengusik pandangku
hingga kutahan tangkai,
demi melihat tenangnya

Ry
gelora gerak fisik,
 dalam semangat religi
kepemipinan,
 dalam ksederhanaan fikir

W
???
tidak semua bisa memahami,
terkadang konselor pun butuh konseling.
tpi tolong jangan henti.
tuk pahami, dan cerahkan mereka...
yang terombang-ambing,
 di lautan labil


(September 2011)