| gambar: rave67.blogspot.com |
Kunang-Kunang Lorong Maya
jernih telaga di matamu,
mampu tuk membius relungku
temukan berbait-bait arti yang samar
tlah kita telusur tiap tanda
tanya,
hingga ujung lorong-lorong maya
setiap kata yang kaukirim
bagai aliran sungai tanpa pamrih
yang sejukkan telagaku,
bangkitkan sayap-sayap imaji
juga lenteraku yang berkejap
nyala-padam
dalam samar kabut ini,
aku tak bisa tepat membaca
arti tersembunyi dari setiap derai
kata,
yang kau tebar pada pandangku
malam sunyi ini
hadirmu bagai pendar cahya
kunang-kunang
hiasi lorong-lorong-maya-ku
aku penyair tanpa nama
yang harus menyerah;
jika harus tuliskan semua kisah,
pada lembar-lembar sajak malam
penuh kelap-kelip cahya
(Juni 2014)
![]() |
| gambar: webresourcesdepot.com |
Bintang-Bintang di Kepalaku
kala sepi menyusup
aku tak mendapati bidadari
dalam nafas hadirmu
saat nadiku riang
kau malah merenggut jiwaku
membuatnya keruh dengan keluh
bagiku,
untukku-dukaku
bagimu-lukamu
dan mimpi kita,
berjalan sendiri-sendiri
dalam jalan-jalan terjal gelap asing
sungguh kau tlah berhasil,
hadirkan bintang-bintang di kepalaku
(Juni 2013)
![]() |
| gambar: colourbox.com |
Kamus Mati
aku tak ingin percaya
bahwa dari kamusku
tak lagi mengalir sajak-sajak kasih
yang biasa penuhi lembar kita
kini kamusku mati
kata-kata beku
lembar-lembar kita bisu,
lampu dian pun hendak padam
(Juni 2013)
Penghianat Itu Adalah Aku
"apakah kita kan baik-baik saja?"
tanyamu kala itu
khawatirmu yang lalu itu,
kini dapat kaulihat kan..
di taman ini,
tuk sejenak tiap helai daun yang jatuh,
tak luput dari pandang kita
mengisi kebisuan yang menyimpan bara
satu yang pasti,
kini kau tlah tau
segala busuk aroma batinku
yang satu demi satu gugurkan rasa kita
dan penghianat itu,
adalah aku
(Juni 2014)
Hujan 45 Derajat
sore ini,udara basah berubah hujan
rintik-rintik itu semakin 45 derajat
seusai mengusik dedaun,
butiran bening jatuh lurus
menimpa genangan
gambarkan pola-pola melingkar
pecahan2 kristal berpendar
disusul buih-buih cemerlang
bening itu,
gambarkan pola-pola melingkar
pecahan2 kristal berpendar
disusul buih-buih cemerlang
bening itu,
beningkan mata-fikirku
(Juni 2012)
| gambar: worldofstock.com |
Tangis Rindu Bidadari
bening butiran jatuh dari langit
apakah kau sedang menangis rindu,
hai bidadariku
langit memang tak izinkan kita
sedang pelangi pun tak pertemukan
biarlah hujan sore ini,
sejenak menyatukan dalam suasana
helai bulu sayapmu yang kusimpan
kekalkan bahasa rinduku
(Juni 2012)



