Kartu
kartu
kartu
kulipat jadi satu
kini dalam saku
kartu
kartu
pada kartu putih,
kartu kosong,
tiba-tiba kulihat wajah itu
kartu
kartu
mungkin baiknya..
kulipat saja dalam saku
(Mei 2013)
Pulau Seberang Punya Kita
pada pagi bermandi mentari
riak ombak berkejaran ke tepi
mimpi kita sejauh garis langit-laut
kala itu
kau dan aku berandai;
"Kanda, itu pulau kita kan?"
"iya itu pulau kita",
"kita sering-sering kesana ya..."
hingga senja turun,
laut masih milik kita.
haripun berakhir,
dengan siluet kala 'sunset'
tahun pun berlalu kini
Pulau Seberang Punya Kita
pada pagi bermandi mentari
riak ombak berkejaran ke tepi
mimpi kita sejauh garis langit-laut
kala itu
kau dan aku berandai;
"Kanda, itu pulau kita kan?"
"iya itu pulau kita",
"kita sering-sering kesana ya..."
hingga senja turun,
laut masih milik kita.
haripun berakhir,
dengan siluet kala 'sunset'
tahun pun berlalu kini
kalender tlah diganti
kini pandangku kembali mengunjungi
garis pantai, riak ombak
namun tanpa hadir mu
garis pantai, riak ombak
namun tanpa hadir mu
pulau seberang masih berdiam
tampaknya bukan punya kita lagi
(Mei 2014)
Kemarau
seperti kemarau lalu
kau hadir dalam bayang gersang
lukamu terserak di rumput kering
butir embun yang kutebar
tak kuasa mereda luka yang mencecar
ingin kupanggil mendung
agar memberimu hujan
tapi maaf,
tampaknya bukan punya kita lagi
(Mei 2014)
Kemarau
seperti kemarau lalu
kau hadir dalam bayang gersang
lukamu terserak di rumput kering
butir embun yang kutebar
tak kuasa mereda luka yang mencecar
ingin kupanggil mendung
agar memberimu hujan
tapi maaf,
hanya
butir embun yang kupunya
(Mei 2014)