Puisi

image source :technabob.com

 Cermin


saat purnama berseri gemilang,
    aku cermin
saat bintang-bintang berkelip,
    aku cermin

saat dunia gelap gulita,
    aku tetap cermin
dan hanya cermin
cermin yang berpaling, membelakangi

ya!
Aku, kau, sekarang, lusa, dan pagi ini
hanya bongkah kaca dengan semburat pantul

ya!
aku, kau, sekarang, lusa dan pagi ini
hanya menjiplak dunia
memuntahkan apa yang dimakan
mencipta dari mencuri

Jika dewi malam di diatas sana pergi,
    gelap mengelabu
dan aku,
hanya siluet yang tak pernah ada

(2014)



Mengekor Cakrawala


Rintik masih terdengar
Kelebatnya bisa kutangkap
berbutir runtuh berkejaran
beriring ke muara

raja siang menuruni bukit senja
tanpa dimohon mengurai mega 
menyapa camar tuk menjeput sarang
menidurkan udara yang lelah

cakrawala sedang berkisah
tentang gerimis saat senja
pada jiwa2 yang sentosa

(2011)


image source: footwa.com

Kau, lalu Aku


kau lantunkan bait
ku rampungkan sajak
kaugores kanvas
ku tampakkan bentuk
kau buka khayal
aku tenggelam di dalamnya
kita sahabat
tapi mengapa selalu Kau lalu Aku?

berpuluh hari kaudatang
beratus kata saling bersambut
kita memang sahabat
maumu mauku
tapi selalu saja Kau lalu Aku

kini mentari tlah tinggi
menghapus embun di peluh dahi 
kau ke utara
aku ke selatan
mimpi kita tercerai di hilir walau hulu tak satu

pada perjalanan lalu kunikmati suasana;
dengan musik-latar derit logam, benturan roda, suara membakar
di samping kemudi daku terhenyak
-tiba-tiba kulihat gerikmu diseberang-
namun sapa-ku membeku
masih adakah arti 'sahabat' itu?
kemudi kuraih lagi
kau dan aku, telah berpijak di lain dunia

(2013)


image source : greene4rth.blogspot.com

Merindu Permai


pagi berkabut, lalu datang cerah
hijau menyeruak,
    berakar, menengadah
menjulang ke langit rendah
naungi tiap-tiap kesah

langit redup, lalu gelap datang
cakrawala membentang
langit berbintang
purnama menyapa girang

tapi kini, di nadi kota ini
    kemana perginya sang hijau?
    dimana hilangnya sang permai?
manusia terdampar diatas beton tak berperi
berpijak rumput plastik,
berteduh di rimbun langit-langit kaku

kini yang kita tau;
   teduh itu atap, 
   sepoi itu freon sasap
langit malam berbintang hanya angan-angan
hangat purnama cuma dalam kenangan
wajah bumi lama sudah berpamitan

gemerisik daun kering
    dan kicau merpati menyusup,
mengungkap nyanyian pilu
tentang sisa belantara,
yang meratap di malam penghujung waktu

(2014)