| gambar : captivatist.com |
Bangku Kosong di Malam Sunyi
kupandangi lagi bangku kosong di sisi
di sunyi udara, aku tepaku
berteman redup lentera bilik sebelah,
juga angin dingin yang mengetuk jendela
dalam redup samar;
-irama jantungmu masih ada-
meski disisiku hanya bangku kosong saksi bisu
ya, bayangmu siang tadi...
begitu nyata
esok pagi ku kan pergi
tinggalkanmu disini
tinggalkan segala mimpi tentang pelangi
juga kisah singkat yang tlah kita jalani
selepas ini, perjumpaanlah yang kurindu,
meski peluk yang sejati takkan selekas itu
pada bayangmu di bangku kosong,
ku berucap;
"kita 'kan jumpa lagi kan..?",
"jaga diri baik-baik..."
"tolong isi bangku-kosong-ku kelak"
(September 2012)
| gambar: zawaj.com |
Merajut Malam
sunyi tanpa ide
kelam tanpa ilmu
separuh bumiku mati
tapi aku
masih punya malam
Malamku...
dalam nafasmu dunia tertidur
benamkan lelah di kebisuan
sedang cahayaku, lampuku, kupaksa berpendar
terangi kelam
bunuh kekosongan
Malamku...
kita tahu apa yang seharusnya;
dingin udara tak bekukan logika
gelap buta tak membuat hampa
di puji sepoi angin tetap dalam sahaja
Malamku...
aku menumpang di detak jarummu
merangkak di tepi zaman
mengendap diantara yang teserak
mengais sisa-sisa dunia
merajut angan bermetamorfosa
bersama malam,
sinar dalam ruh ku terjaga
bersama malam,
kan ku wujudkan gempita
bersama malam,
kita bangun singgasana
bersamamu,
aku ada
(September 2012)