Puisi Ferbruari


sumber gambar : foodpoet.com


Puisi ke-Tigabelas


masih perlukah
ku tulis puisi untukmu malam ini?
karna tiada tahu;
      apakah tinta ini akan menggores,
      atau hanya sia-sia merembes pudar

tapi tak apa
sebab bagiku hadirmu lalu..
sudah bagai lautan ide
yang banjiri sajak-sajak ku

(Februari 2012)



sumber gambar: travel.tribunnews.com


Panen Tahun Ini


ingin aku berbagi lembaran
tentang hampar padi di pucuk semilir,
juga bangau yang pulang sore

jarum senja masih berputar,
layaknya roda pedati di setapak berumput
adapun samar mega;
hangat seperti sapa petani yang baru lalu

pinggir tegalan masih mempesona
sore ini, mata-indera ku
seperti turut panen,
terbuai mahakarya padang senja


(Februari 2012)



image : shutterstock.com

Kepada Sri


mungkin kau..
si sekar melati
sudah lelap saat pesanku sampai
meski hanya kata pengingat
yang kukirim lewat merpati pulsa

bukankah kemarin,
mawar masih hinggap di jendelamu?
bukan dariku,
    yang tak tau bahasa bunga

mungkin para kumbang itu masih juga,
membisikkan 'nada sibuk' di ponselmu
sedangkan aku,
 sekali lagi harus termangu

lupakan!
ingatkan jika aku terlalu mencampuri
toh kita..
tak pernah saling mengikrar janji

(Februari 2013)



gambar: shutterstok.com

Tunas


tunas kelapa
yang kita tanam kemarin
masih ku tunggui
demi menjaga...
janur kuning yang kelak tumbuh


(Februari 2013)