Sajak Seleksi

Senja jingga Warna-Warni


cakrawala jingga,
membias jemari dedaun
irama detakku kembali terbuai
pada angan dan kenangan,
di senja ini,
 adakah kau memandang langit yang sama?

pada jingga yang lalu,
pernah kita berbagi lembaran
goreskan kisah singkat warna-warni itu
tentang semua yang kukecap pada manis sapamu,
juga tatapmu berkilat-kilat
di wajah manis semburat sinar mega

kini pilu memberi kabar
bahwa musim ini,
tanggal-tanggal tak kita lingkari bersama

adakah di senja ini,
nadiku dan nadimu masih selaras?




Mengekor Cakrawala


Rintik masih terdengar
Kelebatnya bisa kutangkap
berbutir runtuh berkejaran
beriring ke muara

raja siang menuruni bukit senja
tanpa dimohon mengurai mega di ufuk
menyapa camar tuk menjeput sarang
menidurkan udara yang lelah

cakrawala seperti berkisah
tentang lantun alam yang tertata




Dermaga Laut Terkutuk

dermaga mulai tampak
gerimis melukis riak
kusandarkan lengan ke pipa tepi
saat basah menerpa diri 

hampar biru berkabut
dan semua tentang laut,
menyibak kembali episode lalu
saat tanganmu kugenggam
di pagi usai malam kembang api

dermaga sudah tampak,
langkahku seperti ingin berlari
dari bayang-bayangmu
di laut terkutuk

(25 April 2016)




image source: teachmix.com

Nyanyian saat Hujan

di bangku dekat jendela
saat hujan turun
mengalun nyanyian 'tik-tik-tik bunyi hujan'
dari mulut ibu
kemudian anaknya

"ma, ini apa?"
"ma, ada kapal..."
"yea.. banjir..!"

hujan pun reda
tirai menutup senja
nyanyian si ibu-anak masih terdengar
kali ini di kamar tidur

(25 April 2016)



Panen Tahun Ini

ingin aku berbagi lembaran
tentang hampar padi di pucuk semilir,
juga bangau yang pulang sore

jarum senja masih berputar,
layaknya roda pedati di tapak berumput
adapun samar mega,
hangat seperti sapa petani yang baru lalu

pinggir tegalan masih mempesona
sore ini, mataku
seperti turut panen,
dibuai mahakarya lukisan senja