![]() |
| gambar : frencplanation.com |
Bolehkah Kau Kurindu?
ibarat untai kata yang ingin diucap,
oleh angin pada kuntum mawar
"bolehkah kau kurindu?"
namun bukan pernyataan,
dalam pertanyaan.
dalam pertanyaan.
hanya isyarat kilas tatap mata,
dari gairah muda yang tak kenal jawab
(Desember 2012)
cakrawala jingga
membias jemari dedaun
alunan detakku kembali pada kenangan,
di senja ini,
adakah kau sedang menatap warna yang sama?
adakah kau sedang menatap warna yang sama?
pada nada yang sama,
pernah kita berbagi lembaran
pernah kita berbagi lembaran
goreskan kisah singkat warna-warni itu
walau musim ini,
tanggal-tanggal kita kosong kembali
tanggal-tanggal kita kosong kembali
di senja ini,
manis sapamu serasa hadir kembali
manis sapamu serasa hadir kembali
juga tatapan berkilat-kilat
di wajah manis semburat sinar jingga
adakah di senja ini,
nadiku dan nadimu masih selaras?
adakah senja esok,
kan terbuka lembar baru kita?
kan terbuka lembar baru kita?
(September 2011)
![]() |
| sumber gambar : analisaaceh.com |
I
tlah kunanti sang dewi
tuk jaga lelapmu malam ini
senyap angin malam
bawaku lebur ke alam mimpi
meretas kembali serpihan rindu
tuk jaga lelapmu,
telah kupinta ia
II
aku dan dewi
sejenak tidak bercakap
kupandangi ia
jenih tatapnya menyelidik
remangnya membiusku
ingin ia kupinta kembali
tuk jaga lelapmu
tampaknya ia telah tau
tampaknya ia telah tau
maka ku pun lelap jua
(Oktober 2012)
dalam remang sinar celah sangkar,
para merpati kepakkan sayap mereka
menyibak debu dan bulu-bulu ringan
beranjak beriringan
begitu pula kita;
yang kan menulis,
yang kan menulis,
lembar-lembar hari ini
selamat pagi..
dalam redup sangkar,
para merpati melipat sayap-sayap mereka
merebah pada semak di sudut
memejam dan mengatup
begitu pula kita;
yang kan melipat sejenak,
yang kan melipat sejenak,
lembaran kisah hari ini
selamat malam..
(Januari 2013)


