Minggu, 09 Agustus 2015

Catatan Harian Agustus


Irama Senja

hangat mentari jingga,
yang perlahan turun
    ingin kuhentikan ia.
lembut angin yang usik daun beringin
ingin kukecap dalam hangat udara

singgahlah sejenak wahai senja
kau dengan latar langit oranye ini,
padamu aku ingin bercengkrama

(16-Agustus-2015)





Percakapan Malam

hening itu pecah oleh akhir tanya jawab,
"hidup hanya menunggu mati kan" kataku
"ayo, kapan...?" jawabmu.
kita tergelak, malam pun mencair.

(09-Agustus-2017)




Tiara 
kepada tiara

engkau laksana mutiara berkilau
saat semangatmu terpa seragam putih biru mereka,
dengan tabah ajari mengeja, menulis, berucap
dan semua tentang bahasa asing itu

kau mutiara murni
kala tangan dinginmu menopang tunas-tunas muda
mengasuh siaga, membina penggalang,
lalu gema-kan tepuk pramuka yang buat riang

kuyakin mutiara itu...
kan tetap terkenang,
oleh semua wajah polos kanak yang kelak beranjak.
mereka kan bekisah, 
tentang kilaumu yang tak padam

(10-Agustus-2015)





Melati Taman Mimpi

tatap yang menyemai kasih
paras yang menjemput rindu
juga sayup derai tiap rima yang teratur,
kau kah itu..?
pesona elok harummu takkan luput
dari mata batin nakalku, yang lapar belai malam

sejuta sajak yang mekar di taman,
tebar wangi yang rasuki nafas-pujanggaku
yakinlah kuntum melati itu adalah engkau
dalam bait temaram yang tak usai,
lelap aku berselimut mimpi-mimpi

(20-Juli-2015)