![]() |
| gambar: picstate.wordpress.com |
Ditemani Gerimis
ingin kutulis lagi tentang laut
tentang rintik yang hujani geladak
derainya iramakan rindu menyayat
derainya iramakan rindu menyayat
pandangku ke samudera terhalang,
oleh leleh air di kaca jendela
dalam dingin udara, butir butir itu setia menemani
ah, mengapa bukan kau saja
(26-Desember-2016)
![]() |
| gambar : Wasant Tonkun |
Terserah Waktu Saja
aku ingin berhenti bicara hati
sejak malam-malam tak lagi terisi
aku hendak berhenti bicara puisi
karna cakap kita tiada kenal janjiaku berhenti mimpikan bulan merah muda
aku tersesat, kita sekarat
dan kita...,
terserah waktu saja
dan kita...,
terserah waktu saja
(30-Desember-2016)
Jati
tega ranggaskan pucuk-pucuk harap
tiada teduhimu kala kemarau
kau kata aku umpama jati
gugurkan janji demi janji
bahkan sebelum datang rayu angin
saranku;
pergilah!, bersandarlah pada beringin
ia kan naungimu sepanjang tahun
sepanjang hidup
(25-Januari-2017)
Selat Sunda
diatas ferry dekat dermaga,
selembar kantong plastik menjerit;
selembar kantong plastik menjerit;
"jangan hempas aku hai manusia! di bawah sana...
tumpukan kami kan ganggu ikan dan terumbu!".
angin yang coba mengusik pun pasrah
angin yang coba mengusik pun pasrah
saksikan ia jatuh ke laut,
terombang-ambing gelombang yang murka
tragedi itu berulang setiap waktu.
terombang-ambing gelombang yang murka
tragedi itu berulang setiap waktu.
bertahun sudah laut tak biru lagi,
ikan-udang ingin bunuh diri.
ratap mereka ; "kami makan serpihan tiap hari"
sedang camar kurus yang dulu riang kini murung bisu.
berkata nelayan tua pada anaknya ;
sedang camar kurus yang dulu riang kini murung bisu.
berkata nelayan tua pada anaknya ;
"kasihan burung2, sampah bikin mereka susah cari ikan"
Sore ini, di atas ferry dekat dermaga,
kulepaskan pandang pada luasnya biru
"selat sunda.. apa kau sedang bersedih..?"
Sore ini, di atas ferry dekat dermaga,
kulepaskan pandang pada luasnya biru
"selat sunda.. apa kau sedang bersedih..?"
(Juli 2015)



