Sabtu, 04 Februari 2017

Hari-hari Februari

gambar: Istockphoto

Baju Baruku Sobek

malam itu, baju yang ingin kubeli kupandangi
kataku padanya "jadilah milikku,
kita sambangi jalan-jalan berliku"

paginya masih kuyakini
baju baru yang ingin kubeli itulah takdirku
batik angrek abu-abu lincah manis

namun esoknya saat kupinang, 
kudapati ia koyak, 
sesorang sudah mendahuluiku!?
sedang pada si angrek abu-abu aku tlah janji
Tidak!, TIDAK!!,
gundahku ingin kusangkal
"Mak, baju baruku sobek"

(22-Februari-2017)



-gold wallpaper-

Aku Masih


Fajar berlalu setengah sadar
pagi menggeliat ter-tepi lagi
senjakala turun sahaja saja
malam pun muram kelam
"wahai waktu,
kapan kau kan membungah?"

sudah lama tak kulihat riang
tapi kau tenang saja,
dalam gamang hidup,
aku masih kita

(08-Februari-2017)




sumber gambar : garasiopa

Si Kacamata

ada pandang yang kucuri,
dari balik kacamatanya yang bulat
kulihat tatap teduh,
se-sejuk sinar rembulan

pada ledak tawa yang hingar
darinya kutangkap kilas senyum,
bangkitkan sajak-sajak taman surgawi
tutur-nya lembut laksana titah dewi

dengan kacamata bundarnya ia bercerita,
sedikit saja tentang A-B-C-D.
kutau hidupnya kan menjulang, 
    benderang oleh kehormatan

aku pun berhenti,
sejenak menimbang diri
lalu kembali ke lorong2 gelap

(04-Februari-2017)





Hati Mati si Merpati, 


akulah merpati
yang kau jatuhkan pagi lalu
sayap semangatku yang menuju pelukmu
kini patah porak poranda
pintu tertutupmu telah biarkan apiku padam

aha!, kini apa gerangan?
sore ini kau merangkak menemuiku
membujukku yang sudah jadi bangkai
oh, tidak!
biar aku bernafas di lain dunia

(25-Februari-2017)




gambar : dreamstime

Kilas November


November lalu kita bicara mimpi
mimpimu jelas, aku samar
anganku tapaki bayang-bayang pendar

November ini kau todong aku agar janji
sikapmu jelas, aku terputar
ikrarku, ku-asingkan di belukar

November yang datang ialah misteri
mungkin pijakmu tetap, aku bisa saja terlantar
kita saling sayat sampai akar-akar

(05-Februari-2017)